harga saham IHSG

Harga Saham IHSG Melemah di Akhir 2020, Bagaimana di 2021?

Di penghujung tahun 2020, harga saham IHSG ditutup pada level 5.979,07. Menyebabkan banyak kekecewaan karena IHSG berada di bawah 6.000. Lalu, bagaimana dengan awal tahun 2021, apakah IHSG masih akan tetap melemah?

Tepatnya pada hari Rabu, 30 Desember 2020, pasar saham ditutup dengan level IHSG yang turun sebanyak 57,10 poin atau sebesar 0,95%.

Walaupun tidak semua saham melemah, nyatanya hal ini tetap berdampak pada IHSG. Pasalnya, sebanyak 365 saham memang mengalami penurunan di akhir tahun 2020.

Sektor agrikultur yang menguat hingga 0,89%, disusul sektor perdagangan, jasa dan investasi tetap tidak bisa menyelamatkan IHSG.

Bagaimana tidak?

Beberapa sektor justru mengalami anjlok hingga 2,49% dan 2,02%. Membuat banyak orang berharap di awal tahun 2021, IHSG dapat kembali membaik.

Sebenarnya, apa yang membuat IHSG anjlok di tahun 2020? Berikut pembahasan lebih detail mengenai faktor yang mempengaruhi melemahnya IHSG.

Faktor Melemahnya IHSG di Tahun 2020

Seperti yang Anda tahu, banyak hal terjadi sepanjang tahun 2020 yang berdampak pada indeks saham, antara lain:

Pandemi Covid-19 dan Kebijakan Pemerintah

Banyak fund manager yang memprediksi indeks saham terus turun karena tingkat kasus covid-19 yang terus meningkat. Tak hanya di Indonesia, beberapa negara juga mengalami peningkatan kasus.

Pada awal-awal kedatangan virus ini saja sudah menyebabkan 236 saham melemah. Belum lagi terkait kebijakan pemerintah mengenai lockdown dan pembatasan sosial.

Pandemi Covid-19 ini membuat banyak orang panik dan ramai-ramai menarik saham. Hal ini menjadi salah satu pemicu IHSG terus menurun. Tak heran, banyak negara yang sangat memfokuskan pembentukan kebijakan untuk memberantas virus ini.

Namun, akhir tahun 2020 harga saham IHSG dikabarkan membaik, seiring dengan kebijakan pembatasan sosial yang mulai melonggar. Walaupun tetap di bawah 6.000, tapi jelas mengalami kenaikan jika dibandingkan pada saat awal-awal gelombang virus Covid-19.

Pilpres Amerika Serikat

Tak tanggung-tanggung, IHSG turun hingga 1% lebih di hari penutupan pemilihan presiden Amerika Serikat. Market seakan bersiap-siap menghadapi kemungkinan yang ada.

Belum lagi konflik pasca pemilihan yang membuat banyak orang memilih untuk wait and see. Menunggu data penjualan hingga suku bunga acuan membaik. Selain mengakibatkan pertumbuhan ekonomi melambat, hal ini juga mempengaruhi IHSG yang faktanya terus menurun selama pilpres AS.

Lalu, bagaimana dengan tahun 2021? Akankah indeks saham membaik?

Prediksi IHSG di Tahun 2021

Pasar saham kembali dibuka pada hari Senin, 4 Januari 2021 dan membawa kabar baik kepada para investor. IHSG kembali naik bahkan di atas 6.000. Tepatnya menguat sebesar 125,82 poin atau 2,10% menjadi 6.104,9.

Hampir seluruh sektor saham mengalami kenaikan. Bahkan beberapa sektor mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sektor pertanian mengalami kenaikan hingga 3,90%, sektor pertambangan naik 3,95% serta saham infrastruktur naik 3,63%.

Benar-benar awal yang baik bukan?

Beberapa pakar memprediksi IHSG di tahun 2021 ini berada pada level 5.874,89 hingga 6.157,11. Beberapa juga menyebutkan IHSG berada pada level 5.823 hingga 6.100.

Selain itu, beberapa sektor yang akan menguat di tahun 2021 antara lain: sektor properti, perbankan, farmasi dan sektor lainnya terkait vaksin Covid-19 dan pemulihan ekonomi.Prediksi harga saham IHSG ini bisa menjadi bahan pertimbangan Anda dalam berinvestasi di tahun 2021 ini. Semoga berhasil!