UMKM adalah salah satu unit usaha yang dapat memutar roda perekonomian di Indonesia. Umumnya, manfaat UMKM dapat terasa dari masyarakat untuk masyarakat. Namun, UMKM juga dapat menyumbang devisa negara.
Meski begitu, UMKM di Indonesia, khususnya di daerah-daerah, memiliki salah satu tantangan yang dapat menghambat pertumbuhan usaha, yaitu kendala dalam mendapatkan modal. Itulah mengapa pembiayaan UMKM harus menjadi perhatian serius pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Lantas, apa saja bentuk pendanaan UMKM yang bisa unit usaha ini gunakan untuk modal? Simak penjelasannya berikut ini!
Perkembangan dan Potensi UMKM di Indonesia
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM mengambil bagian besar dalam perekonomian masyarakat di Indonesia. Peran dan kontribusinya cukup besar pada aktivitas penyerapan tenaga kerja dan ekspor produk.
Kadin Indonesia atau Kamar Dagang dan Industri Indonesia mencatat bahwa perkembangan UMKM di Indonesia telah menyentuh angka 99% dari total unit usaha. Bahkan, di tahun 2023, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 66 juta usaha.
Tren peningkatan pengembangan UMKM hingga kini masih terus menguat, yang niscaya akan mendongkrak perekonomian nasional. Berdasarkan data Kadin Indonesia, UMKM menyumbang Rp9.580 triliun atau 61% dari PDB nasional.
UMKM di Indonesia memiliki peran terhadap perekonomian, di antaranya:
-
Membuka lapangan pekerjaan: Pada tahun 2023, UMKM berhasil menyerap 117 juta tenaga kerja atau sekitar 97% tenaga kerja Indonesia. Ini berarti UMKM dapat menjadi sektor untuk meningkatkan kesempatan kerja dan mengalokasikan sumber daya manusia berdasarkan pengalaman dan keahlian.
-
Memutar roda perekonomian: UMKM biasanya membeli bahan baku dari masyarakat setempat untuk digunakan dalam operasinya. Barang yang dihasilkan pada akhirnya akan digunakan lagi di masyarakat.
-
Meratakan ekonomi: UMKM telah berkembang pesat dan kini dapat ditemukan hampir di mana pun di Indonesia. Oleh karena itu, UMKM tetap dapat memberikan penghidupan yang baik bagi mereka yang tidak tinggal di kota besar.
-
Menumbuhkan devisa negara: Karena jangkauan pasar UMKM melampaui pasar domestik hingga merambah pasar internasional, pertumbuhannya juga berdampak pada devisa negara.
-
Menopang ekonomi di saat terjadi krisis: Di masa krisis, keberadaan UMKM turut membantu upaya penyelamatan ekonomi Indonesia. Hal ini terbukti pada masa krisis Indonesia tahun 1998 dan pascamerebaknya COVID-19.
Dari Mana Pendanaan UMKM Bisa Didapatkan?
Pelaku UMKM bisa mendapatkan pendanaan dari mana saja, bahkan dari pemerintah. Pendanaan UMKM oleh pemerintah diatur pada Pasal 87 Ayat 3 Perppu Cipta Kerja bahwa pemerintah pusat dan daerah menyediakan pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil.
Selain dari pemerintah, pendanaan UMKM juga bisa didapatkan dari sumber-sumber berikut ini:
1. Pinjaman Bank
Pelaku UMKM bisa mendapatkan pembiayaan dari pinjaman bank. Meski menjadi salah satu sumber dana cepat, kamu perlu mempertimbangkan kembali dalam meminjam uang di bank. Untuk bisa mendapatkan pendanaan UMKM dari bank, kamu harus memenuhi beberapa syarat, seperti menjadikan aset tetap sebagai agunan.
Syarat tersebut mungkin menyulitkan pelaku UMKM, apalagi jika belum memiliki aset yang mencukupi. Namun, kamu tetap bisa meminjam uang dengan Kredit Tanpa Agunan di bank.
2. Dana dari Investor
Pendanaan UMKM selanjutnya adalah biaya dari investor. Dalam hal ini, kamu perlu mencari investor agar bisa mendapatkan modal. Bagaimana caranya?
Kamu harus mengajukan proposal kepada investor terlebih dahulu. Setelah itu, barulah kamu memperkenalkan perusahaan kepada investor. Perlu dicatat bahwa ini bukan sekadar presentasi biasa karena presentasi harus dilakukan secara meyakinkan dengan menonjolkan manfaat dan daya tarik UMKM.
3. Pinjaman Dana dari LKBB
LKBB atau Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah salah satu lembaga yang dikelola pemerintah, seperti koperasi simpan pinjam, pasar modal, dan lain sebagainya.
Jika ingin meminjam dana dari LKBB, kamu harus siap membayar bunga pinjamannya. Kemudian, jika kamu ingin meminjam uang dari koperasi, maka kamu harus mendaftar sebagai anggotanya.
Tidak hanya itu, koperasi membutuhkan investasi awal dan suku bunga yang harus dibayarkan pun bervariasi.
4. Penjualan Aset
Untuk mendapatkan pendanaan UMKM yang cukup, kamu juga bisa menjual asetmu, seperti kendaraan dan barang berharga.
Namun, menemukan pembeli aset menjadi tantangan tersendiri ketika menggunakan penjualan aset untuk membiayai UMKM. Akibatnya, opsi ini sering tidak diprioritaskan karena akan mempersulitmu dalam mendapatkan pendanaan usaha.
5. Pinjaman Keluarga atau Kerabat Dekat
Kamu juga bisa mendapatkan pendanaan UMKM dari meminjam uang ke keluarga atau kerabat dekat.
Namun, meskipun kamu meminjam uang dari keluarga, pastikan bahwa pengaturan pendanaan, perhitungan, dan pengajuan tetap diselesaikan secara profesional untuk mencegah terjadinya miskomunikasi yang nantinya dapat merugikan kedua belah pihak.
6. Venture Capital
Biasanya, perusahaan venture capital dikelola oleh manajemen dan menyediakan dana dalam bentuk ekuitas. Namun, butuh waktu lama untuk mencapai kesepakatan dan pendanaan yang ditawarkan memiliki nilai nominal yang tinggi. Meskipun terlihat sulit, tetapi kamu bisa mencoba pendanaan UMKM ini.
7. Tabungan Mandiri
Tabungan mandiri umumnya digunakan oleh pelaku UMKM untuk memodali usahanya, terlebih jika masih awal didirikan.
Namun, tabungan pribadi bukanlah cara terbaik untuk membiayai sebuah usaha. Sebab, tabungan yang sedikit akan mengakibatkan terbatasnya modal usaha, terutama jika bisnismu membutuhkan dana tambahan.
8. Inkubator Bisnis
Program inkubator bisnis sering diadakan oleh sejumlah organisasi atau perusahaan dan pendanaan UMKM ini cocok untuk usaha mikro dan kecil. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk mengidentifikasi, membantu, dan mengawasi calon UMKM.
Dana yang diperoleh dapat berupa modal baru atau fasilitas seperti kantor, pelatihan, dan pertemuan dengan investor berpengalaman.
9. Pendanaan UMKM oleh Amartha
Terakhir, kamu bisa mendapatkan pendanaan UMKM dari Amartha, sebuah perusahaan teknologi tepercaya yang sudah membiayai jutaan UMKM di Indonesia. Sistem peminjaman modal usaha di Amartha menggunakan sistem pinjaman kelompok dan pendampingan.
Pengajuan pendanaan modal usaha di Amartha pun aman dan praktis. Dengan alokasi waktu hingga 50 minggu untuk pelunasan modal, angsurannya pun tidak terlalu besar. Jadi, kamu bisa langsung mendapatkan uang tanpa potongan administratif apa pun.
Jadi, pendanaan UMKM mana yang akan kamu pilih? Pastikan untuk memilih sumber dana yang terjamin aman dan menguntungkan, ya!