Konsep Pemasaran Holistik dan Cara Cepat Mengaplikasikannya

Konsep pemasaran holistik ini akan melihat bahwa semua unsur mempunyai peran yang sangat bagi di dalam perusahaan. Mulai dari pelanggan sampai stakeholder. Semuanya tidak boleh dianak-tirikan.

Analogi yang bisa Anda gunakan adalah mobil. Suatu mobil dikatakan bagus dan sehat, apa yang harus diperhatikan? Stir, ban, mesin, atau interior desain? Tentu semua aspek di dalam mobil itu, bukan?

Apa Saja Konsep yang Ada dalam Pemasaran Holistik?

Agar pengaplikasiannya berhasil, Anda dan tim harus melakukan beberapa tips berikut ini:

1. Menetapkan Satu Tujuan Bersama.

Setiap orang di suatu perusahaan harus paham apa tujuan perusahaan yang harus dicapai. Sehingga dalam mengerjakan job desk masing-masing, mereka akan menuju satu tujuan tersebut.

2. Menyelaraskan Aktivitas.

Aktivitas bisnis, proses, pelayanan, dan komunikasi antar tim harus selaras satu sama lain. Misalnya, cara Customer Service 1 menjawab feedback dari konsumen harus seragam. Ini merupakan contoh pemasaran Holistik Starbucks.

3. Mengintegrasikan Aktivitas.

Manajemen harus mengintegrasikan aktivitas yang ada di dalam satu perusahaan. Tujuannya agar tidak ada ketimpangan berarti dan lebih mudah mencapai tujuan perusahaan.

Komponen Pemasaran Holistik untuk Jasa yang Harus Anda Ketahui

Di dalam konsep pemasaran holistik, ada beberapa komponen penting yang harus ada, antara lain:

1. Pemasaran Hubungan.

Komponen pertama fokus dalam membangun hubungan terhadap semua pihak yang terlibat, mulai dari konsumen/ klien, distributor, stakeholder, karyawan, direksi, dan sebagainya.

Baca juga:  Apa Itu Saham & Berbagai Jenisnya

2. Pemasaran Terintegrasi.

Tujuannya adalah menciptakan kepuasan pelanggan di segala sisi. Caranya dilakukan dengan memasang iklan di segala bidang dengan konsep dan konten yang sama/ seragam.

3. Pemasaran Internal.

Selain langsung memasarkan produk/ jasa ke klien, perusahaan juga harus memasarkannya pada karyawan sendiri. Karena nantinya karyawan juga akan memberikan testimoni yang menarik lebih banyak klien.

4. Pemasaran Sosial.

Atau yang biasa Anda kenal dengan CSR. Dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat, maka tingkat kepercayaan masyarakat pun akan meningkat. Karena mereka akan menjadi agen promosi yang ampuh.

5. Pemasaran Kinerja.

Jadi, internal perusahaan harus melakukan audit terkait jalannya perusahaan. Tujuan konsep pemasaran holistik ini agar tidak ada aspek yang melenceng dari tujuan awal.