Cara Membuat Finansial Planning

Cara Membuat Finansial Planning








Cara membuat finansial planning tidak bisa terlepas dari tujuan keuangan yang ingin kita capai, mulai dari tujuan jangka pendek sampai tujuan jangka panjang. Tujuan keuangan tersebut tentu saja dapat mempengaruhi keputusan keuangan yang akan kita ambil saat ini.

Salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh seseorang yang bekerja adalah kebebasan finansial atau financial freedom di usia tertentu. Kondisi ini bisa dicapai ketika kita sudah memiliki jumlah tabungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa harus bekerja.

 

Cara Membuat Finansial Planning

Agar tujuan keuangan Anda bisa tercapai, sebaiknya Anda harus mulai membuat perencanaan keuangan yang tepat. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

 

1.     Tentukan Tujuan Keuangan Anda ke Depan

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan tujuan keuangan Anda, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tentukan tujuan Anda dalam waktu 10 – 20 tahun ke depan, seperti kapan Anda memiliki rumah atau memiliki nominal tabungan tertentu.

Pastikan pendapatan yang Anda miliki saat ini bisa menyesuaikan tujuan yang sudah Anda tentukan sebelumnya. Tujuan ini akan menentukan Anda dalam menyimpan uang, yaitu antara tabungan, deposito, atau investasi.

2.     Hitung Biaya yang Harus Anda Keluarkan

Ambil catatan dan mulailah untuk menghitung kembali biaya apa saja yang harus Anda bayarkan hingga beberapa tahun ke depan. Dengan mengetahui biaya yang harus Anda bayarkan, Anda akan lebih bijak dalam membelanjakan uang yang Anda miliki.

Jika Anda masih harus membayar cicilan mobil hingga 3 tahun ke depan, tentu Anda akan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang selama periode cicilan tersebut, atau Anda punya anak yang sudah masuk sekolah 3 tahun lagi, maka Anda bisa mempersiapkannya sedari sekarang.

3.     Hitung Pendapatan yang Anda Miliki

Berikutnya, Anda sebaiknya mencatat arus kas masuk yang Anda miliki setiap bulannya. Dengan begitu, Anda bisa menyusun pos-pos anggaran yang proporsional sekaligus untuk mencapai tujuan keuangan yang sudah Anda tetapkan.

Dengan mengetahui jumlah pendapatan yang dimiliki, Anda bisa menentukan kapan harus mengurangi pengeluaran yang tidak perlu saat ada kebutuhan lain yang lebih mendesak. Hal itu bisa dilakukan saat Anda mengetahui perbandingan antara pendapatan dan pengeluaran.

4.     Mulailah Berinvestasi

Investasi adalah salah satu cara untuk mencapai tujuan keuangan yang sudah Anda tetapkan sebelumnya. Sebagai contoh, Anda ingin memiliki dana sebesar Rp 50 juta dalam 15 tahun ke depan untuk biaya kuliah anak Anda, maka sebaiknya Anda memilih instrumen investasi yang tepat.

Dengan jangka waktu 15 tahun, instrumen investasi jangka panjang seperti emas atau saham bisa Anda pilih. Emas dipilih karena tingkat stabilitas harganya cukup baik dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Sementara saham akan lebih efektif jika digunakan dalam jangka panjang.

Perlu diketahui bahwa saham merupakan instrumen investasi yang memiliki return dan risiko yang sama-sama tinggi. Untuk itu, Anda perlu melakukan analisis fundamental maupun teknikalnya, yaitu dengan menilai kinerja perusahaan dan juga menilai performa saham di bursa efek.

5.     Kurangi Utang

Dalam praktiknya, utang adalah salah satu hal yang sering kita jumpai. Agar bisa terhindar dari utang, sebaiknya Anda melakukan sedikit pengaturan pada pos pengeluaran yang dirasa belum mendesak untuk segera melunasi utang.

 

Cara membuat finansial planning di atas sebaiknya Anda terapkan agar tujuan keuangan yang Anda inginkan bisa tercapai. Untuk itu, pos-pos anggaran di bagian investasi dan juga tabungan harus selalu dilakukan. Rencanakan juga dengan baik saat Anda mulai mencicil rumah dan mobil.