Apa itu Reseller? Serba-serbi Mengenai Menjadi Reseller Baju Tanpa Modal

reseller baju tanpa modal

Di zaman perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat ini, menjadi reseller baju tanpa modal adalah hal yang lumrah dilakukan oleh sebagian lapisan masyarakat di Indonesia. Reseller adalah orang yang melakukan penjualan kembali terhadap produk yang ingin ia pasarkan kembali. Menjadi reseller merupakan salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk memulai bisnis tanpa modal.

Berbeda dengan marketer yang tidak perlu membeli produk yang akan ia pasarkan, reseller perlu melakukan pembelian terlebih dahulu terhadap barang yang ingin ia promosikan. Barang-barang yang paling sering menjadi sasaran reseller adalah pakaian. Pakaian di sini bisa berupa apa saja, tidak hanya kaos, tapi bisa jadi kerudung, pakaian muslim, rok panjang, celana panjang, jaket, dan lain sebagainya. Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum menjadi reseller baju tanpa modal.

 

Apa Yang Perlu Dilakukan Pertama Kali?

Untuk menjadi reseller baju tanpa modal, pertama-tama kamu perlu sekali untuk melakukan pendaftaran reseller. Biasanya ada beberapa brand baju yang secara berkala membuka lowongan untuk menjadi reseller produk pakaian yang ia jual. Jika awalnya kamu belum mengetahui banya hal mengenai produk-produk tersebut.

Kamu bisa bertanya-tanya terlebih dahulu kepada pemilik bisnis agar kamu mendapat gambaran yang lebih detil terhadap produk yang akan kamu jual kembali nantinya. Setelah itu, jika kamu melihat potensi yang bagus dari brand yang ingin kamu jual produknya ke masyarakat, kamu bisa mendaftarkan dirimu menjadi reseller brand tersebut.

 

Perlukah Membayar Uang Pendaftaran Reseller?

Sebenarnya, jawaban untuk pertanyaan ini, bisa iya dan bisa juga tidak, tergantung dari brand yang ingin kamu jual kembali produknya. Kebanyakan brand memang mensyaratkan para calon reseller nya untuk membayar biaya pendaftaran dengan cara membeli beberapa produk mereka senilai harga tertentu.

Contohnya, untuk menjadi reseller salah satu brand kerudung, kamu diminta untuk membeli 2 buah kerudung dari produk tersebut senilai Rp. 150.000. Meskipun istilahnya kamu harus membayar biaya pendaftaran, tapi biaya yang dibebankan tidak begitu besar jika dibandingkan dengan keuntungan yang akan didapatkan olehmu nantinya.

 

Apa Bedanya Reseller dengan Marketer?

Selain perbedaan yang telah disebut di atas tadi, perbedaan lain antara reseller dan marketer terletak pada harga barang yang dijual dan orang yang mengurus penjualannya. Jika marketer yang berperan untuk memasarkan dan tidak berhubungan langsung dengan pelanggan, maka reseller bertugas untuk melakukan promosi dan juga yang berhubungan langsung dengan pelanggan yang ia dapat. Selain itu, biasanya reseller akan mendapatkan harga khusus dari produsen produk yang mereka promosikan, sehingga reseller bisa menjualnya dengan harga yang mereka inginkan.

Jika dilihat dari metode yang digunakan, maka reseller bisa memiliki keuntungan berkali-kali lipat dibandingkan menjadi marketer yang pendapatannya tergantung dari pemilik bisnis. Selain itu, saat ini trend pemasaran baju di Indonesia sedang naik daun, tentunya dengan menjadi reseller baju, kamu bisa berpotensi mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi. Dengan begini, apakah kamu tertarik menjadi reseller baju tanpa modal?